Langsung ke konten utama

SALAH SATU ALASANKU SANGAT BENCI SISTEM DEMOKRASI

By. @_ainaalfatihah

(Founder Muslimah Inqilabi)


Penulis akan terus UP berita ini sampai keadilan itu jatuh pada orang yang benar. Coba lihat dua kasus di gambar ini! Apa bedanya coba? Apakah karena status sosialnya yang berbeda, lantas penyelesaiannya juga berbeda? Demokrasi sangat hancur! Hukum di dalamnya sangat zalim! Inilah mengapa penulis sangat benci sistem demokrasi.


Penulis sejauh ini hanya mendengar Wakapolres mengatakan akan tetap dalami Pasal 49 ayat (2) KUHP mengatur tentang pembelaan diri luar biasa berbunyi: "Pembelaan terpaksa yang melampaui batas, yang langsung disebabkan oleh keguncangan jiwa yang hebat karena serangan atau ancaman serangan itu, tidak dipidana."


Mirisnya lagi tips dari Wakapolres, "ketika keluar rumah jangan sendiri dan jangan bawa barang-barang berharga." 


Wartawan pun balik bertanya, "dan jangan sampai membunuh begal, begitu?"


Wakapolres, "membunuh di negara kita kan dilarang. Siapapun itu, karena dilindung oleh hukum." Pernyataan terakhir bapak Wakapolres inilah yang menyebabkan maraknya pembegalan di negeri ini. Korban jadi serba salah dan kejahatan akan semakin berkembang.


Timbul lagi yang menjadi pertanyaan penulis. Mau keluar berjamaah pun kalau begalnya menyerang dengan parang kira-kira ada kemungkinan tidak selamat semuanya? Pasti ada saja korbannya kan? Kedua, motor itu juga termasuk barang berharga. Kalau berpergian jauh tidak mungkin menggunakan sepeda. Misalnya anak kuliahan, pasti bawa HP dan bawa laptop. 


Apalagi si korban ini sambil bawa bekal untuk sahur di klinik tempat ibunya dirawat, tidak mungkin pakai sepeda dan mau berjamaah dengan siapa? Saat itu juga tetangga fokus tadarusan, lain lagi orang menyiapkan makan sahurnya. Lagi pula tidak semudah itu mengajak tetangga keluar berjamaah. Syukur-syukur sendirian, jika berdua dengan istrinya tentu makin parah lagi kejadiannya. Bisa jadi istrinya akan ditawan atau dilukai, pasti itu akan membuat fokus korban menjadi pecah. Di sisi lain memikirkan nyawa istrinya, di sisi lain motornya, di sisi lain juga nyawanya. Jadi tips itu sangat tidak memuaskan akal masyarakat. 


Sistem demokrasi memang menggila, jadi kalau ada orang yang mau melakukan pembegalan, lebih baik begal saja polisinya karena pelaku tidak akan dibunuh, paling hanya ditangkap saja kalau nasibnya apes. Sedangkan kalau mau begal rakyat biasa, nasib pembegal antara tiga kemungkinan yaitu dibunuh oleh korban, dibunuh oleh massa atau berhasil membegal. 


Kalau dianalisis lebih dalam lagi, masalah pencurian, pembegalan, perampokan semakin tahun semakin berkembang saja. Nah, itu artinya keamanan di negeri ini sangat minim. Fungsi polisi itu menjaga, melindungi, mengayomi masyarakat, bukan hanya paling hero menjaga masjid agar tidak terpapar radikal dan ujungnya membubarkan pengajian. Lalu apa fungsinya polisi untuk masyarakat? Tanpa polisi rakyat tidak akan kesusahan justru dengan adanya polisi menimbulkan keresahan. Polisi tanpa rakyat tidak mungkin ada dan polisi perlu ingat, kalian digaji dari uang rakyat. 


Di negeri ini juga tidak ada penanganan yang membuat pelaku kejahatan jera. Buktinya Wakapolres menjawab wartawan dengan statement yang menguntungkan bagi pelaku kejahatan. Miris kan?


Beralih ke gambar di bawah ini. Lucu ya? Ternyata status sosial sangat berpengaruh di sistem demokrasi. Ini bukti bahwa yang berpangkat dan beruang akan kuat pertahanannya sedangkan rakyat biasa akan ditindas semaunya. Sama-sama berhasil membunuh begal tetapi hukumannya berbeda karena dilihat dari status sosial. Welcome to sistem demokrasi!


Apakah ini tidak cukup sebagai bukti bahwa sistem yang kita anut saat ini adalah dzalim? Buka mata dan hatinya wahai rakyat Indonesia. 


SAATNYA SISTEM KHILAFAH SEBAGAI SOLUSI


Islam hadir sebagai rahmatan lil'alamin. Maka solusi permasalahan umat secara fundamental akan dipecahkan oleh sistem Islam yang disebut Daulah Khilafah Islamiyah.


Dalam Islam orang yang mencuri wajib dihukum potong tangan. Sebagaimana firman Allah SWT. Yang artinya, "Laki laki dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah maha perkasa lagi Maha bijaksana." (TQS. Al-Maidah : 38).


Namun jangan takut dulu, pencuri tidak langsung dipotong tangannya. Ada beberapa pengecualian juga, salah satunya yaitu dilihat dari apa alasannya mencuri. Misalnya, orang yang mencuri adalah orang miskin dan kelaparan atau kesulitan ekonomi (terpaksa), maka dia tidak akan disanksi. 


Dalam Islam yang dapat masalah adalah pengayomnya, kalau bahasa sekarang gubernur di suatu wilayah itu atau juga kepala desanya. Khalifah akan mengintrogasi pemimpin di wilayah tersebut, mengapa masih ada rakyatnya kelaparan? Jika ternyata pemimpinnya dzalim atau korupsi maka pemimpinnya yang akan dipotong tangannya. 


Jadi Islam sangat jeli dalam menentukan hukuman. Apabila korban membunuh karena keterpaksaan untuk membela diri maka korban akan bebas. Begitu juga  dengan pelaku pencurian, pelaku tidak langsung dihukumi tetapi alasannya akan dilihat juga. Hanya saja di kasus ini, korban diserang duluan kemudian dikroyok (pelaku melakukan kekerasan) dan nyaris motornya dilarikan. Tetapi atas kuasa dari Allah korban mampu mengalahkan keempatnya dan berhasil membunuh dua pelaku. Apa itu pantas menjadi tersangka? Dalam Islam tentu saja korban bebas dari hukuman. 


Hukum dalam Islam bagi masyarakat awam mungkin kejam karena pelaku pencurian akan dipotong tangan. Justru itu adalah cara agar pelaku jera sehingga kejahatan tidak merajalela. Tidak sembarangan juga Islam memfonis pelaku untuk dipotong tangan. Selama orang itu mencuri karena keterpaksaan dan tanpa kekerasan (melukai korban) pasti khalifah juga akan mempertimbangkan kasusnya. 



Wallahu'alam...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAPITALISME, MEMBUAT KITA LUPA AKAN TUJUAN HIDUP KITA

Oleh : Weny Yulinda  Sempat berfikir, bagaimana jika seandainya sampai sekarang, saya belum mengetahui tujuan hidup saya di dunia ini sebenarnya untuk apa?  Mungkin bisa saja saat ini, yang saya kejar hanyalah materi.. dan dunia.. semata. Sekolah tinggi-tinggi, mendapatkan gelar, lalu pekerjaan yang layak, kemudian hidup serba berkecukupan, serta bisa membiayai kehidupan orang tua dan keluarga. Intinya materi dunia lagi kan! Yah.. meskipun pada akhirnya saya sudah mendapatkan itu semua, tetap saya tak akan pernah merasa puas dengan apa yang saya miliki tadi, tentu rasanya ingin lagi mendapatkan yang lebih dari itu.  Padahal, jika kita melihat, yang namanya dunia, sekalipun kita mengejarnya tak akan pernah dapat. Karena yang kita kejar hanyalah lubang yang tak akan pernah ada titik akhirnya. Semakin jauh kita menelusuri lubang tersebut, maka semakin sulit kita bernafas. Karena semakin dalam maka akan semakin gelap dan pengap (serasa penuh sesak). Bisa jadi kita tak akan se...

TERUSLAH BERDAKWAH, TUNTASKAN DIRI DIHADAPAN-NYA

Oleh : Media Umat Barangsiapa mencontohkan dalam Islam suatu contoh yang baik, maka ia akan mendapatkan pahalanya, dan pahala orang yang melakukannya setelahnya; tanpa berkurang sesuatu apapun dari pahala mereka. Dan barangsiapa yang mencontohkan dalam Islam suatu contoh yang buruk, maka ia menanggung dosanya dan dosa orang yang mengerjakannya setelah dia, tanpa berkurang sesuatu pun dari dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim). Hadits mulia dengan rangkaian kata-kata yang indah di atas, memberikan energi besar bagi seorang muslim untuk senantiasa dalam kebaikan dan menjauhi keburukan. Setiap kebaikan adalah kepastian mendatangkan pahala untuk diri sendiri. Sebaliknya keburukan, tak hanya dosa yang dituai tapi kehidupan akan dilingkupi pengaruh negatif dari keburukan tersebut. Bagi muslim tak hanya mencukupkan kebaikan tersebut untuk diri sendiri. Tapi mendakwahkan kebaikan tersebut kepada yang lain. Pun sama berusaha menjauhkan diri dari keburukan sekaligus mencegah keburukan pada orang lain....

ADE ARMANDO DI PUKULI OLEH MASA, APAKAH INI BERITA BAHAGIA ATAU PENGALIHAN ISU SEMATA

  By: Hafizah Mujahidilla Dunia Media telah di hebohkan oleh berita pemukulan yang dilakukan para demonstran yang dilayangkan untuk salah satu aktivis pro pemerintah yang tak lain adalah Ade Armando Sang dosen. Dikabarkan Ade Armando datang ketengah-tengah mahasiswa dan rakyat yang sedang melakukan demonstrasi pada tanggal 11 April. Entah permasalahan apa yang terjadi tiba tiba Ade Armando mendapatkan Bogeman dari salah demonstran yang berakhir pengeroyokan sehingga berakibat luka di sana sini, bahkan sampai celana tanggal karena di lucuti oleh masa, nyaris telanjang.  Vidio yang tersebar, bisa kita saksikan bagaimana masa memperlakukan Ade Armando hingga diamankan oleh Aparat Negara dengan situasi terjadi. Tujan Ade Armando dan anggota PIS adalah membuat konten. "Salah satu gerakan PIS itu membuat konten, dan acara aksi tadi itu akan dijadikan salah satu konten untuk Pergerakan Indonesia untuk semua gerakan," jelas salah seorang pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) tersebut....